Coffee live
Kopi ssssstttttt..
aku membayangkan warna coklat pada kopi panas yang ada dihadapanku sekarang
ditempatkan pada sebuah cangkir ataupun
wadah cup plastic yang menarik dengan tulisan sebagai hiasannya coffee
.Itulah namanya coffe dengan berbagai nama, rasa, asal daerah,asal
Negara, cara penyajian dan beragam sensasi yang akan anda dapatkan jika anda
dapat menikmati secangkir kopi dengan sempurna. Secangkir? Ya secangkir, tidak
lebih tidak kurang.
Kenikmatan pada
sebuah kopi dapat anda temukan pada
seruputan pertama, merasakan kopi yang pertama kali menyentuh bibir anda lalu
mengalir menuju lidah dan anda akan menemukan rasa yang pas menurut anda yang
menjadikan lidah anda menemukan selera kopi yang sesuai dengan kepribadian anda
untuk ditransfer ke otak dan untuk menyuruh
diri anda menikmati secangkir kopi di waktu yang berbeda dengan selera atau
rasa yang sama.
Kehidupan
hiruk-pikuk kota dengan segudang aktivitasnya memaksa penghuni kota sibuk ini untuk menyediakan waktu 10
sampai 15 menit untuk menikmati hidupnya dengan
berbagai cara yang ingin mereka lakukan demi merefresh otak mereka yang
bekerja terlalu keras. Apa yang mereka lakukan dengan waktu sesingkat itu?
makan? Saya rasa makan perlu waktu lebih untuk dapat benar-benar menikmati
hidup mereka. Minum? Terlalu lama minum untuk dinikmati dalam waktu 10 menit.
Tapi apa? Kopi? Ya kopi minum kopi, cara ini dapat anda lakukan untuk mengisi
waktu, merefresh otak yang bekerja seharian penuh dengan menikmati secangkir
kopi yang hangat ataupun dingin, tergantung selera anda, juga kopi hitam coklat
atau putih? Ataupun kopi mocca, cappuccino, kopi susu, ataukah kopi hitam?
Selera anda yang dapat menentukan bagaimana kepribadian anda dan siapa anda?
Sesimple a cup of coffee sesimple itu juga
hidupku. Kopi, aku lebih suka disajikan saat hangat, aku suka dimanapun berada
tidak tergantung tempat, aku suka meminum coffee, di kamar kostan, di kantin
belakang kampus, dipinggir jalan senayan sambil menunggu bis lewat dengan hujan
rintik menemani, juga dirumah ataupun mall.
Menikmati dan
menyajikan coffee sesimple apa yang disajikan dari biji-biji kopi tersebut,
hanya bagaimana kita dapat menghargai siapa yang membuatnya, dengan siapa kita
menyeruput coffee, dan dalam keadaan seperti apa kita menikmati secangkir
coffee. Live is like a coffee is not just the sweet, not just the salty not
just the bitter, semua bercampur jadi satu dan menjadikan sebuah kenikmatan
hidup. Satu hal untuk kita dapat menikmati hidup adalah bagaimana kita bisa
mensyukuri dari beragam rasa dalam coffee yang tidak akan berasa kenikmatan
jika rasa itu hanya terdiri dari sweet atau bitter atau salty saja. Kesemua
rasa itu akan nikmat jika kita merasakan semua rasa menjadi satu kesatuan yaitu
rasa syukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar