Senin, 25 Februari 2013

Coffee Philosophy


Coffee live
Kopi ssssstttttt.. aku membayangkan warna coklat pada kopi panas yang ada dihadapanku sekarang ditempatkan pada sebuah cangkir  ataupun wadah cup plastic yang menarik dengan tulisan sebagai hiasannya coffee  .Itulah namanya coffe dengan berbagai nama, rasa, asal daerah,asal Negara, cara penyajian dan beragam sensasi yang akan anda dapatkan jika anda dapat menikmati secangkir kopi dengan sempurna. Secangkir? Ya secangkir, tidak lebih tidak kurang.
Kenikmatan pada sebuah kopi dapat  anda temukan pada seruputan pertama, merasakan kopi yang pertama kali menyentuh bibir anda lalu mengalir menuju lidah dan anda akan menemukan rasa yang pas menurut anda yang menjadikan lidah anda menemukan selera kopi yang sesuai dengan kepribadian anda untuk ditransfer  ke otak dan untuk menyuruh diri anda menikmati secangkir kopi di waktu yang berbeda dengan selera atau rasa yang sama.
Kehidupan hiruk-pikuk kota dengan segudang aktivitasnya memaksa penghuni  kota sibuk ini untuk menyediakan waktu 10 sampai 15 menit untuk menikmati hidupnya dengan  berbagai cara yang ingin mereka lakukan demi merefresh otak mereka yang bekerja terlalu keras. Apa yang mereka lakukan dengan waktu sesingkat itu? makan? Saya rasa makan perlu waktu lebih untuk dapat benar-benar menikmati hidup mereka. Minum? Terlalu lama minum untuk dinikmati dalam waktu 10 menit. Tapi apa? Kopi? Ya kopi minum kopi, cara ini dapat anda lakukan untuk mengisi waktu, merefresh otak yang bekerja seharian penuh dengan menikmati secangkir kopi yang hangat ataupun dingin, tergantung selera anda, juga kopi hitam coklat atau putih? Ataupun kopi mocca, cappuccino, kopi susu, ataukah kopi hitam? Selera anda yang dapat menentukan bagaimana kepribadian anda dan siapa anda?
Sesimple a cup of coffee sesimple itu juga hidupku. Kopi, aku lebih suka disajikan saat hangat, aku suka dimanapun berada tidak tergantung tempat, aku suka meminum coffee, di kamar kostan, di kantin belakang kampus, dipinggir jalan senayan sambil menunggu bis lewat dengan hujan rintik menemani, juga dirumah ataupun mall.
Menikmati dan menyajikan coffee sesimple apa yang disajikan dari biji-biji kopi tersebut, hanya bagaimana kita dapat menghargai siapa yang membuatnya, dengan siapa kita menyeruput coffee, dan dalam keadaan seperti apa kita menikmati secangkir coffee. Live is like a coffee is not just the sweet, not just the salty not just the bitter, semua bercampur jadi satu dan menjadikan sebuah kenikmatan hidup. Satu hal untuk kita dapat menikmati hidup adalah bagaimana kita bisa mensyukuri dari beragam rasa dalam coffee yang tidak akan berasa kenikmatan jika rasa itu hanya terdiri dari sweet atau bitter atau salty saja. Kesemua rasa itu akan nikmat jika kita merasakan semua rasa menjadi satu kesatuan yaitu rasa syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar