Senin, 22 September 2014

Filosopi rendah dan buruk

Malam :)

Tak ada tinggi jika tak ada rendah
Tak ada panjang jika tak ada pendek
Tak ada indah jika tak ada buruk
Tak ada aku jika tak ada kamu.

Eh itu yg terakhir 'kamu (ibu)' lho ya.

Tinggi sepatutnya berterimakasih pada rendah. Karena rendah yg membuat tinggi selalu dipuji
Indah pun sebaiknya berterimakasih pada buruk. Karenanya indah selalu di puji.

Tinggi dan indah sadarkah itu?? Pernahkah kalian berterimakasih?
Kalian terlihat menikmati keadaan itu, sampai lupa untuk sekedar menyapa rendah dan buruk?

Rendah dan buruk, alahkah mulia kalian, rela di kesampingkan dan dihujat demi memberikan kesenangan bagi tinggi dan indah.
Kalian membiarkan yg lain terus memuji tinggi dan indah tanpa protes untuk meminta hak yg sama untuk di perhatikan dan di beri posisi sebaik baiknya.

Banyak yg paham akan ini tetapi? Sudahkah mereka mengindahkan hati rendah dan buruk. Sesekali lihatlah sisi lain suatu hal, seburuk-buruknya dan serendah - rendahnya.

1) mengapa rendah dan buruk tidak berubah?

Tentu mereka bisa berubah sangat bisa. Tetapi sudah kodratnya untuk rendah dan buruk tetap ada dan menjadi rendah dan buruk. Rendah dan buruk hadir untuk selalu menyenangkan dan menghadirkan tinggi dan indah. Karena jika rendah dan buruk tidak ada. Tidak akan ada tinggi dan indah.

2) bukankah mereka saling melengkapi?

Ya mereka saling melengkapi. Pun tidak akan ada rendah dan buruk jika tidak ada tinggi dan indah. Tapi ? Rendah tak ingin di bilang tinggi. Atau buruk pun tak ingin dibilang indah. Mereka cukup menjalani hidup yg sudah ada jalannya. Tak berarti untuk tinggi dan indah. Mereka perlu untuk dipujapuji dengan senyuman dr yg lainnya.

Jangan hina rendah dan buruk. Jika tak tau isi hati dan maksud mereka hadir dlm dunia ini. Karena isi hati tak diketahui oleh peramal atau kyai sekalipun. Hanya Allah yg tau.