Sabtu, 23 Maret 2013
Kisah Malam "Sebab Akibat"
kisah malam "sebab akibat"
hidup ini adalah sebab akibat
kamu menjadi penyebab bagi hidup orang lain
dan orang lain menjadi penyebab bagi hidup orang lainlainnya
kamu pun adalah akibat dari orang lain
dan orang lain adalah akibat dari orang lainlainnya
jangan pernah bertanya "apakan hidup ini adil?"
karena jawabannya sudah pasti dan sangat nyata
Bahwa Hidup ini ADIL
tidak ada kurang adil, tidak ada sangat adil
yang ada HANYA adil.
jangan pernah mempertanyakan akan suatu keadaan yang menimpamu
karena itu adalah sebab dan akibat atas dirimu
jangan pernah menyalahkan orang lain bahkan Tuhanmu
karena tuhanmu punya rencana yang lebih besar yang belum kau ketahui.
apa kau pernah bertanya
"mengapa jalan hidupmu tidak seberuntung yang lain?"
"mengapa kau dihadapkan pada masalah-masalah berat menurut mu?"
"mengapa kau terlalu sering merasakan rasa sakit yang teramat bahkan?"
saat kau dihadapkan pada pertanyaan pertanyaan yang seolah menyalahkan lainnya
cara terbaik untuk menenangkan hati mu adalah dengan melihat keatas,
masih ada mimpi mimpi yang indah yang Tuhan rajut untukmu
dari benang-benang kusut yang kemudian menjadi sebuah pakaian indah
apa kau tengah merasa bahwa hidupmu hampir sempurna
dengan kemewahan dan kecukupan yang berlebih
tetapi kau tidak merasa bahagia?
atau bahagia namun selalu merasa kurang?
ingatlah.. lihat kebawah banyak dari mereka yang berjeripayah
untuk mencapai posisimu
kau harusnya bersyukur atas apa yang kau dapat dan semua kehidupan yang telah kau rasakan.
serta nafas yang kau punya hingga hari ini.
berbagilah dengan mereka yang menurut penilaian mu dan perbandinganmu kurang beruntung.
selama kau masih bisa menebar kebaikan dan terus bersyukur.
Kutipan Malam "Seniman Pemahat"
kutipan malam "seniman pemahat"
alkisah, ada dua orang ahli seniman pemahat
di suatu wilyah kerajaan, yang amat terkenal
dengan keahlian maha karya indah hasil pahatannya
suatu ketika sang raja mengadakan perlombaan pahatan di kerajaannya
dua orang seniman ini pun diikut sertakan
mereka berlomba di didalam kerajaan
ditempatkan di sebuah ruangan besar dengan tembok batu yang dihadapkannya
diantara mereka di pisah oleh pembatas tirai kain besar berwarna merah setinggi tembok tersebut
untuk mereka tidak saling melihat satu sama lain
mereka kemudian dipersilahkan untuk memulai pelombaannya
dengan waktu satu minggu
mereka lekas memahat tembok batu yang ada dihadapannya.
satu minggu telah selesai dan tiraipun dibuka
pemahat pertama lekas melihat hasil pemahat kedua
ia merasa hasil pahatan pemahat kedua lebih indah dibandingkan miliknya
lalu ia meminta ijin kepada raja untuk diberikan tenggang waktu 1 minggu lagi untuk memperbaiki
lalu memperindah lagi hasil pahatannya
karena ia yakin sekali pahatannya pastilah lebih indah dari pemahat kedua
satu minggu selesai dan tirai dibuka kembali
ia tercengang, mengapa hasil pemahat kedua itu lebih indah lagi darinya
ia takjub dengan hasil pahatan dari pemahat kedua itu
lalu ia meminta waktu lagi kepada raja untuk memperindah lagi hasil pahatannya
ia yakin akan memperoleh hasil yang lebih indah dari pahatan pemehat kedua.
satu minggu berlalu, tirai dibuka kembali
dan hasilnya tetap sama, dan tiap kali melihat hasil pemahat kedua
ia tidak bisa memungkiri bahwa pahatan pemahat kedu itu sungguh indah
ia tidak bisa menandingi hasil karya pemahat kedua itu sampai kapanpun
tahukah kamu apa yang sebenarnya terjadi?
pemahat kedua tidak melakukan apapun
ia hanya memperhalus tembok batu tersebut sehalus mungkin
sehingga membuat batu itu bagai cermin yang memantulkan cahaya jika terkena matahari
dan memantulkan hasil karya dari pemahat pertama yang indah itu jika tirai telah dibuka.
jadi pemahat pertama sebenarnya hanya melihat hasil pahtannya sendiri yang terpantul kecermin pemahat kedua
tanpa menyadari bahwa yang ia lihat adalah hasil pahatannya sendiri yang sangat indah
apa yang bisa makna dari kutipan malam ini?
semoga anda bisa memaknai cerita diatas
Jumat, 01 Maret 2013
Why Iam So PLIN-PLAN ??
Why Iam So
PLIN-PLAN ??
Di dunia ini
banyak banget hal yang harus kita pilih. Dari mulai pilih jalan menuju warung
terdekat dari rumah kita, milih teman terdekat, milih sekolah yang pas di hati
sampai tak terhingga hal yang harus kita pilih. So.. hidup ini pilihan???
Sedetik, dua
detik, tiga detik… saya harus berfikir untuk selanjutnya akan mengetik apa lagi
dalam paper ini. Why iam so think harder? Itu karena saya tidak ingin
menuliskan sesuatu yang pembaca tidak suka. Jadi saya perlu berpikir keras
untuk menentukan huruf-huruf apa saja yang lalu akan dirangkai hingga menjadi
kalimat dan paragraph sehingga dapat dinikmati dan mudah dimengerti pembaca.
Ini adalah contoh kecil pilihan.
Terkadang hidup
ini memang terlalu rumit untuk kita butuh berpikir dan kemudian memilih mana
yang menurut kita tidak salah, tetapi tidak pula sepenuhnya akan benar.
Banyak hal yang
mendasari saya memilih jalan hidup seperti ini. Penuh ombang ambing bagai di
sebuah perahu.emmm satu-satunya perahu yang ada ditengah laut. Saat perahu itu
dalam keadaan tenang disebabkan oleh ombak yang tenang pula. Itu bagai di titik
aman dalam kehidupan. Titik nyaman melihat keindahan langit dan permukaan laut
seluas mata memandang. Yang membuat 90% orang enggan beralih dari posisi itu.
namun tak selamanya titik itu menjadi titik kebahagiaan. Ada saat-saatnya kamu
sudah puas dengan melihat keindahan langit dan permukaan laut dan entah mau
kemana setelahnya. Apakah akan terus berlayar di laut? Berputar-putar diposisi
itu berusaha tetap berada diposisi nyaman saat ombak datang? Atau
berpindah-pindah tetapi tetap berada di laut?
Sadarkah kamu
bahwa saat kamu hanya memperhatikan langit dan permukaan laut, masih ada ikan
dan terumbukarang yang indah di bawah permukaan laut. Dan masih ada
berjuta-juta bintang di luar angkasa sana dengan keindahan galaksinya. Hidup ini luas tak
terbataskan. Dan kamu ditugaskan oleh hati untuk memilih titik mana
yang kamu idamkan utnuk menjadi titik kebahagiaanmu. Masih ada daratan.
Pegunungan. Desa. Kota. Keindahan malam kota. Mall dan masih banyak lagi
keindahan alam semesta yang menjadi sejuta hal yang perlu kamu pilih untuk
menjadi titik kebahagiaan mu.
Bersyukurlah
yang diberikan kesempurnaan pancaindra.
Permasalahannya
adalah, jika saya menyukai semua hal itu. maka saya ini dianggap plinplan????
Saya ingin merasakan itu semua dan menghargai keberadan titik titik koordinat
alam semesta.satu per satu.
Mungkin mereka
anggap saya maruk, mungkin mereka anggap saya tidak konsisten di satu titik dan
banyak anggapan-anggapan “mungkin” yang menjadikan beberapa orang mngecap saya
ini PLIN-PLAN. Saya tidak bisa memilih dimana titik kebahagiaan saya. Ada
saat-saatnya saya menikmati pantai, pegunungan, daratan, kota, dan malam. Tapi
untuk memilih, saya tidak bisa, yang terucapkan oleh bibir saya hanya malam.
Ya.. m-a-l-a-m entah kenapa saya penyuka malam. Saat saya dulu kecil dan
menumpang kereta dari st.pasar senen Jakarta menuju st.pasar turi Surabaya saya
selalu menunggu moment malam dalam perjalanan itu. saya selalu minta posisi duduk
di dekat jendela dan harus bertengkar dengan kakak saya terlebih dahulu demi
melihat rumah dengan lampu menyala di sepanjang laju kereta api, juga antusias melihat antrian kendaraan berhenti
dengan lampu sotot berwarna orange dan ditambah bunyi lampu merah palang kereta
api. Itu titik kepuasan yang saya dapat saat malam di laju kereta api. Malam
begitu indah menurut saya. Entah menurut sebagian orang lagi?? Malam itu tidak
gelap malam itu tidak kelam. Saya terus membayangkan malam dengan keindahannya.
saat itu saya sedang duduk di mobil tronton dengan beberapa orang lainnya
menuju titik pendakian awal gn.Gede Pangrango. Anda tahu pukul berapa. Ya.. 12
malam. Titik jam yang menjadi poin pemberitahuan bahwa malam akan segera
berkhir. Namun bukan berarti akan terang dan bukan berarti gelap pula. Saya
sangat sangat merasakan udara malam dengan laju troton yang cepat dan melihat kearah
belakang kendaarn lain sedang melaju juga dengan kecepatannya masing-masing.
Wahhhhh pertama kalinya saya keluar jam 12 malam.titik kepuasan saya merasakan
malam bebas berawal disini. Dinginnya udara malam di puncak saat itu tidak
samasekali menghalangi saya untuk tetap betekat sampai puncak dan melihat malam
di kota dari atas puncak. Start hiking dimulai pukul 2 pagi. kami melaju dengan
membawa beban berat dimasing-masing punggung dengan iringan doa. Perjalanan
terhenti untuk istirahat sejenak dan titik kebahagiaan saya muncul beserta
hiangnya rasa lelah seketika saat saya menoleh kearah kanan. Dan kamu tau apa
yang saya liat. Yaa… malam, sinar lampu, dan kota. Ahh tidak penting bagi saya
untuk mengetahui kota apa itu. yang terpenting anggota kebahagiaan saya ada
disana yaitu kamu malam, kamu sinar lampu, dan kamu kota. Sampai di Tempat
pekemahan saat itu sudah pagi, sudah terang dan saat itu malam sedang
beristirahat. Dalam hati ku bicara “malam kemarilah segera, ingin aku
berbincang kembali untuk berkeluh kesah akan lelahku ini, hiking untuk pertama
kalinya”. Aku setia menunggu malam, aku ingin berkenalan dengan padang edelwais
di hadapanku saat itu. tetapi dia tidak begitu akrab, aku tetap membutuhkanmu
malam. Tetapi edelwais itu baik selalu menjaga keindahan pagi dan selalu
menyambut para hiker yang tiba di padang perkemahan Suryakencana. Teman teman
ecinta pagii, maafkan aku karna tidak membawakanmu edelwais yang cantik dia
sedang tidak mekar, nanti bulan oktober barulah mekar. Aku segera berbisik
kepada edelwais “hai edelwais aku telah berbohong kepada teman-temanku pecinta
pagi, bahwa kau belumlah mekar, temanku pasti akan kecewa” lalu edelwais
berbisik padaku “terimakasih telah menjaga ku dan teman-teman disini, aku
merindukan mu untuk datang kembali ke sini”.
Malam di padang
edelwais tiba, dan edelwais pun beristirahat, saatnya aku bertemu dengan
teman-teman anggota kebahagiaanku. “Hai malam, lama sekali kau datang. Aku
sampai tidak kuat menunggumu terlalu lama. Dingin ini menusukku hingga aku
hampir tak kuat menahannya. Kemarilah malam. Lihattt disekitar kita ada anggota
baru. Sinar senter dan api unggun, juga suara sorak sorai pendaki lain yang
saling bersautan, membuat kami tidak berdua lagi J” sungguh hal sangat aku kangenin saat hiking
jamboree alam ini. Ahhhhhh saying sekali panitia menyuruh beberapa pendaki
untuk mematikan api unggun karena keadaan kering hingga menghawatirkan terjadi
kerusakan alam yang tidak diinginkan. Terpasa harus dipatuhi. Aku ingin segera
bertanya pada rumput dan edelwais “ apakah api dan tanaman tidak berteman???”
sayangnya mereka sedang tertidur aku tidak berani mengganggunya. Ohh malam aku
kesepian dingin inni semakin menusukku. Api tidak diperbolehkan sinar lampu pun
mulai hilang “hei dingin, tidakkah kau ingin mengurangi kadar suhumu, sehingg
kita masih ingin menkmati alam dengan malam dan soraksorai pendaki yang sama
bahagia denganku?” malam.. dingin berkata padaku “ini lah aku dan suhuku setiap
malam, kau orang baru mungkin belum kenal, tetapi seringlah datang kemari, maka
kau akan terbiasa”. Belajar dari dingin, bahwa kita harus mengerti keadaan.
Saat itu musim kering jadi tidak diperbolehkan menyaakan api unggun. Data itu
malam, memang suhu malam seperti itu di dataran tinggi. Aku harusnya mengerti
keadaan. Aku selalu mencari kebahagiaan bagi diriku dengan menginginkan anggota
kebahagiaanku hadir semuanya. Tetapi aku tidak sadar bahwa ada kebahagiaan
edelwais dan dingin yang harusnya aku mengerti, bahwa edelwais akan bahagia
jika dia tidak dipetik dan dibiarkan berbunga, jatuh dan kemudian akan tumbuh
lagi, siklus tanaman. Dan dingin, maaf harusnya aku membiarkan mu dengan
pekerjaanmu memberi suhu yang sesuai dengan dataran tinggi pada umumnya.
Ternyata ada
saatnya kebahagiaan kita bukanlah kebahagiaan oranglain, alam atau hal lain.
Jadi harusnya kita memperhatikan dan bersyukur untuk membagi kebahagiaan kita
dengan mengerti kebahagiaan orang lain, hal lain, atau alam.
Kembali ketopik
APA INI YANG DISEBUT PLIN PLAN??
Aku menginginkan
orang lain bahagia atas diriku.
Dengan aku ikut
HMJ/BEM aku berharap orang yang berusaha mengajakku akan merasa bahagia, tetapi
aku tahu busuknya organisasi kampus, sbenarnya aku tidak ingin. Lalu Aku Bimbang.
Dengan aku
memilih pulang hari kamis, maka aku mengecewakan temanku dengan tidak mngikuti
pelantikan BEM di hari jumatnya tetapi aku menyetujui keinginan teman kostan ku
dan suruhan ibu untuk pulang di hari kamis. Lalu Aku
Bimbang.
Dengan aku
memilih ajakan k&k datang hari minggu ke serang untuk meng iya kan nya ikut
dengannya berjalan-jalan lalu aku mengecekawan adikku yang memintaku
mengantarkannya mengunjuki sebuah toko baju baru. Lalu Aku
Bimbang.
Dengan aku
memilih tidak segera memutuskan pulang hari jumat atau sabtu atau minggu karena
aku memikirkan kebahagiaan temanku yang lain yang akan kecewa jika aku tidak
meng-iya kan permintaanya alu mengecewakan yang lain karena tidak memenuhi
keiinginan teman kosatnku utnuk pulang bareng. Lalu Aku
bimbang.
Lalu banyak hal
lain semacamnya yan membuat aku bimbang dan tidak segera memutuskan pilihan
akan suatu hal yang berkaitan dengan oranglain, atau bahkan aku telah
memutuskan suatu hal, tetapi seketika berubah akan pertimbangan ini dan itu
yang membuat seseorang yang tadinya tidak kecewa menjadi kecewa. Ahhhhhh aku
tetap bimbang. Aku tidak tega. Aku bukan orang yang tegas.
Salahkah PLIN-PLAN?
Saya INI tidak HEBAT
Saya INI tidak
HEBAT
Tak tau kenapa
saya tidak pernah menjadi nomer satu. Saya anak ke-2 dari tiga bersaudara, saya
anak ke-2 terakhir. Saya tidak pernah ranking 1, tapi rangking 2 pernah. Ehh
gak gak.. pernah deh dapet mukjizat kalo saya rangking 1 di pengajian TPA,
sampe sekarang masih inget nama guru ngaji
yang ngasih saya rangking itu BU Fathonah namanya. subhanallah banget
padahal ada yang lebih pinter dari saya lho. Tapi itu patut di syukuri. Stelah
itu gak ada ceritanya kalo saya jadi nomer 1.
TK, SD
SMP,SMA,MAHASISWA.. saya melewati jenjang pendidikan teratur itu alhadulillah
karena kerja keras ayah saya. Emm cerita TK saya TK Al-Hidayah dekat rumah saya
pun tidak pernah juara 1 dalam lomba saat TK tapi juara 2 pernah saat lomba
menggambar yang diadakan di masjid Al-fath klo gak salah. Ehhh bukan ding,
ternyata adik saya yang juara 2 mewarnai, wah kacau memori saya malah mencuri
memori adik saya yang juara. Ahhh saya tidak pernah juara J
ko senang? Kan saya sudah tau kalo saya tidak hebat.waktu TK juga ibu guru
mnyuruh muridnya untuk berlomba siapa cepat mencatat maka dia akan mendapat
hadiah gantungan kunci buah-buahan, buah semangka yang aku ingat saat itu.
entah aku pernah menjadi pencatat tercepat ke dua tiga empat lima dst saya
tidak ingat yang pasti saya tidak pernah menjadi pencatat tercepat nomer 1.
Saat SD apalagi, saya tidak pernah rangking 1, apalagi aktiv dikelas, karena
saya sangat pemalu, dan tidak pernah teralu memperhatikan pelajaran, jadi
suka-suka saya mau memperhatikan atau tidak, bahkan saya pernah ditertawakan
dikelas karena tidak bisa menjawab pertanyaan mudah guruku soal matematika dan
dipukullah tanganku karena tidak memperhatikan. Saat SMP pun aku tidak pernh
menjadi juara kelas. Tapi aku hanya pernah mendapat rangking sampai rangking 2.
Di SMP inilah aku mengerti bahwa walaupun kemampuan kita kurang, berbeda dengan
yang lain, mungkin dibawah yang lain. Tapi kita harus tetap bangga dengan
kemampuan diri sendiri. Walaupun kita hanya bisa menghafal agka 1-10.
Aku ya seperti
ini dengan keterbatasanku. Aku tidak sejenius anak kebanyakan yang mudah
menghafal pelajaran secepat kilat, lalu selalu menjadi juara 1 di kelas, dan
selalu mengangkat tangannya ketika guru bertnya “siapa yang bisa menjawab
pertanyaan ini?” dan kemudian menjawab. Aku tidak bisa aktiv dikelas sehingga
guru-guru tidak mengenaliku karena keaktivan ku itu. aku si pendiam yang hanya
mau berteman dengan teman wanita saja karena dulu aku tidak mau berbicara
dengan laki-laki- entah kenapa, sampai aku pernah dibilang bisu oleh teman SD
ku(laki-laki), saking aku tidak berani dengan laki-laki ditambah aku tidak suka
dengan tingkah nakal anak laki-laki di SD ku.
Aku ya seperti
ini dengan keterbatasanku. Saat SMP aku juga belum berani aktiv dikelas, lebih
kepada tidak penting jika aku aktiv hanya agar guruku mengenaliku. Aku benci
metode seperti itu hingaa kini, menyuruh murid-muridnya berlomba untuk menjawab
sebuah pertanyaan. Entah kenapa aku benci metodenya. Aku suka metode belajar
seperti persentasi. Sangat suka sekali tapi setelah mahasiswa aku malah benci metode
itu karena tidak efektif. Kenpa aku benci metode kecepatn itu, memang.. mungkin
sebagian guru berpendapat bahwa itu menambah motivasi siswa untuk belajar,
menambah Susana dikelas agar tidak sepi, memudahkan guru saat sedang malas
menjelaskan. Ahhh banyak alasan. Tapi apakah guru melihat sisi lain dari mereka
yang tidak memiliki kemampuan kecapatan dalam menangkap dan berfikir. Lalu
menganggap mereka bodoh dan dikesampingkan. Sadarkah guru bahwa mereka tidak
bodoh mereka hanya sedikit terlambat untuk menemukan kebenaran jawaban yang
benar menurutmu.mereka mempersiapkan jawaban terbaik yang akan mereka sajikan
untuk mu. Mungkin mereka lama menjawab karena mereka berfikir dulu, dan tidak
mau asal menjawab atau mempermainkan pertanyaanmu. Salahkah mereka jika
berfikir terlalu lama demi meyakini jawaban yang sebenar-benarnya atas
pertanyaan mu Guru??? Sadarkah?? Mereka yang paling menghargaimu.
Sekali lagi kita
harus bangga terhadap diri sendiri dengan keterbatasan kemampuan kita. Ikhlas lah kamu jika menuntut ilmu, tuluslah kamu jika ingin
mendapat ilmu. Juga dalam
pertemanan. Terapkan ikhalas dan tulus. Maka akan berbuah manis atitud hati mu
itu. aku bangga terhadap diri ku. Pencapaian kecil yang harus aku syukuri
adalah disaat guru-guru mengenaliku bukan karena
aku antusias dikelas untuk mengangkat tangan yang paling pertama demi menjawab
pertanyaanya (karena aku tidak pernah melakukan itu), juga bukan karena aku
mengajak ngobrol dan mendekati guruku agar aku dikenal olehnya(karena aku tidak
berani carimuka kepada guruku). Tapi karena atitud yang aku terapkan dan tanpa
putus usaha aku terus belajar walau lagi-lagi aku tidak mendapat rangking 1.
Apa rasanya ya rangking ????? penasaran, sampai sekarang guruku SMP ku yang selalu
memberi nilai agamaku 90 dan 100 masih ingat denganku, guru biologiku yang menghargai buku catatannku yang
dijadikannya the best of notes dikelas masih ingat aku. Dan guru elektroku yang
memberiku sertifikat penghargaan atas prestasi nilai baik yang konsisten di
matapelajaran itu masih ingat aku, juga guru bahasa inggrisku yang selalu
menguji kemampuanku masih ingat aku. Aku bangga atas diriku dengan keterbatasan
kemampuanku.
Begitu juga saat
aku SMA ku masih belum bisa membuka mulutku tiap kali metode mengajar yang aku
benci itu diterapkan dikelas bahkan oleh guru favoritku. Bpk Aziz. Aku tidak
tertrik untuk berkoar-koar dikelas lalu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
guru. Entah kenapa akumasih bingung kenapa aku tidak antusias, begitu juga
dengan memberi pertanyaan kepada guruku apabila ada hal yang kurang dimengerti.
Apa aku sombong? Dengan tidak memberikan pertanyaan kepada guru. Aku hanya
mencob memahami sendiri pelajaran yang aku anggap sudah selesai dan aku tau
guruku telah memberikn penjelasan yang sejelas-jelasnya, sehingga aku tidak
perlu bertanya lagi, sekalipun guru memaksa memberikan pertanyaan kedua kalinya
“ apa ada pertanyaan anak-anak??” aku tetap tidak antusias. Tetapi aku bangga
diriku, lagi-lagi guru mengenaliku bukan karena aku aktiv dikelas dan
berkoarkoar sok pintar. Tetpi karena akumenunjukan nilai baik yang konsisten
terhadap nilai matematikaku yang selalu baik. Padahal waktu SD ku sempat
ditertawakan satu kelas dan dpukul oleh guruku karena aku tidak bisa menjawab
soal matematika yang begitu mudah. Tapi sekarag aku dapat berbangka dengan
diriku. Aku selalu diberikan soalnya berbeda dari temanyang lain, soal yang
lebih sulit pasti, itu karena guruku menilaiku terlalu berlebihan, padahal aku
hanya mngerti soal yang sudah diajarkan olehnya, yang belum diajarkan.. ya aku
belum bisa asal mengerjakannya.hehehe.. alhasil aku menjawab belum bisa
mengerjakan soal berbeda itu. dengan raut uka sedikit kecewa guruku berkata
“emm yasudah tidak apa-apa nanda”. Aku
pun pernah berbangga karena ada guru bahasa inggrisku yang berniat
mendelegasikan aku untuk mengikuti lomba debat bahasa inggris di luar sekolah.
Itu pun karena berlebihan mereka menilaiku.hihhi aku tidak terlalu bisa bahasa
inggis. Aku hanya bisa mengerti apa yang telah mereka pelajari, yang belum di
pelajari ya aku belum bisa. Walau lomba itu urung karena 1 dan lain hal. Aku
tetap bangga terhadap diriku. Aku tetap suka bahasa inggris walau sampai
sekarang aku belum lancar, tapi nanti pasti aku
bisa, aku bangga tetapi tetap tidak berenti belajar dan berusaha. Satu
pencapaianku aku berhasil menjelaskan suatu teori yang beum sempat
dijelaskanoleh guruku namun aku telah memahaminya. Aku bukan orang pertama yang
maju kedepan lalu menyodorkan kertas berisikan teori dari suatu gaya tekan yang
di jelaskan guruku, tetapi aku satu-satunya yang paling tepat menjelaskan teori
itu dan yang paling benar. Hh.. aku lega
karena tidak peru menjelaskan lewat suaraku namun lewat tulisan. Hanya lewat
tulisan aku berani mengungkapkan apa yang ada dipikiranku. Terimakasih guruku
pak Aziz. Karena kalo pertanyaan oleh guruku itu harus dijawab lagilagi dengan
mengangkat tangan dan jelskan lewat suara, mungkin aku tidak bisa akan menjadi
yang palig benar saat itu. karena
megangkat tangan saja tidak berani.
Saat aku
mahasiswa onteksnya sama dengan SMA hanya berbeda lingungan dan kita perlu
banyak memilih saat itu, mulai dari memilih teman, kelas, UKM (semacam ekskul)
dan organisasi kemahasiswaan. Lagi aku tidak menjadi nomersatu di kelas, dosen
tidak lagi memperdulikan, dan aku makin tidak perduli, smaselali tidak
antusias, aku semakin yakin dengan mata kuliah yang aku suka ya itu lah mata
kuliah yang akan aku perhatikan. Jadi matakuliah yang membuatku ngntuk tidak
lagi aku perhatikan. Mungkin itu salah, tapi itulah aku. Aku tidak bisa
memaksan kehendakku untuk berpura-pura memperhatikan penjelasan oleh dosen
dikelas. Aku betekat untuk berorganisasi sejak aku masuk kuliah banyak mafaat
dan cerita baru yang aku dapatkan didunia kampus, tapi lama kelamaan kenapa aku
makin banyakmendengar keributan dan kekotoran organisasi kampus?? Kupingku ini
sudah capek mendengar dari kubu yang saling beradu pendapat dan mempertahankan
arumen demi berebut kekuasaan. Hingga larut malam, dari kampus sampai nongkrong
di sego kucing alun-alun serang kami membicarakan kampus, dari baik, iba,
kasihan, marah, dan berbagai macam cerita yang semakin aku muak, tetapi aku
tetap bertahan di organisasi, hingga waktuku tersita waktu untuk teman-teman
kosatn ku, waktu untuk sekedar mengirimkan sms keada temn SMA ku sekedar
menanyakan kabar pun tidak sempat. Juga waktu untuk keluargaku. Aku bagai orang
asing dirumah yang hanya berbincang lewat dunia maya dengan teman-teman
organisasi kampusku lalu kembali membicarakan malasah kampus lewat grup dan
chating. Terlalu asik sampai lupa mengobrol dengan keluargaku. Tidakkkk ini
semakin kacau. Saat acara-acara besar dikampus, mau tidak mau aku harus memberi
surat dispen untuk dosenku agar percaya bahwa kami sedang ada kegiatan
organisasi kampus. Tidak banyak dosen yang mentoleransi itu. hhh pasrah deh.
Aku semakin menikmati organisasi sampai dispen saja aku anggap hal yang wajar.
Bahkan teman kelasku pun luput dari perhatianku saking aku sibuk dengan
organisasi. Aku jarang sekali
bercengkrama dengan mereka. Saat aku melihat hasil KHS ku yangmenunjukan
penurunan nilaiku, aku semakin sadar bahwa aku telah berlebihan dan sampai
sinilah batas kemampuanku. Aku bertekat setelah 2 periode di organisasi himpnan
mahasiswa jurusan aku tidak lagi berniat masuk organisasi apa-apa. Aku ingin
merajut kembali apa yang sudah aku tinggalkan. Bermain, berbincang dan makan
malam dengan temen kostn. Berbincang dan duduk-duduk santai dengan teman satu
kelas. Berbincang dan pulang lebih cepat ke rumah tapa ada perubahn jadwal yang
menggagalkan aku pulang, nilai akademik mungkin bukan apa-apa itu hanya alsan
yang aku pakai jika orang bertaya mengapa aku tidak melanjutkan organisasi,
jawabnya “karena nilai akademikku turun”. Padahal ada hal lain yang mendasariku
untuk aku berhenti berorganisasi. Yaitu menjalin kembali hubungan dengan
orang-orang terdekatku yang luput dai perhatianku juga aku harus naik satu
langkah dan tidak stuck di organisasi kampus, melainkan dunia perusahaan. Iru
yang mendasari aku utnuk berhenti organisasi dikampus.
Aku tidak hebat.
Tidak sehebat mereka yang dapat menjaga
nilai akademik tetap baik, menjaga relasi dengan Teman-teman lama. Juga relasi
teman-teman dekat yang luput dari perhatianku karena kesibukanku di organisasi.
Aku ini TIDAK hebat.
Jadi INI pilihanku.
Aku bukanlah
wanita muda sang peraih medali emas perak perunggu dalam olimpiade para
anak-anak jenius yang dibanggaan pemerintah saat itu dan dilupakan kemudian.
Aku juga
bukanlah anak yang rajin seperti yang diinginkan oleh rara orangtua, tetapi aku
hanya dapat membantu orangtua seperlunya. Dengan tidak mencela masakan ibuku,
dengan selalu bersedia suruhan ayahku dan selalu mendengarkan saat keduanya
menasihatiku.
aku bukanlah
anak pandai, aktiv dan terkenal. Tetapi
aku hanya berusaha bembagi apa yang aku punya dengan mereka termasuk membagi
senyum dan tawa.
Aku bangga
diriku
BERSYUKURLAH
KAMU YANG MEMILIKI KELENGKAPAN PANCAINDARA
Langganan:
Postingan (Atom)