Jumat, 28 Juni 2013

IBU.. aku Menyesal hingga kini

Sore semua


Kali ini aku bercerita pada sore. Karena sore ini saatnya aku bersantai sejak subuh tadi mengerjakan sesuatu untuk kelancaran acara ibu ku dirumah bersama teman-teman pengajian dan tetangga sekitar. Ada yang tau acara ruahan?? Ruahan menjelang romadhon. Mungkin ada yang pernah mendengar. But.. aku gak akan menerangkan bagaimana dan apa ruahan itu.
Aku hanya ingin mengingatkan kepada semua manusia yang dikaruniai kelengkapan fisik yang diciptakan oleh Tuhan kita. Sungguh jika aku sanggup menangis di depan ibu, aku akan mengeluarkan air mata ku sepuas yang ku mau. Tapi entah, aku selalu tak sanggup, sejak kecil aku tak sanggup mengeluarkan air mata didepan orangtua ku. Biar mereka bilang aku anak paling kuat yang tak pernah sedih dan menangis. Andai orangtuaku tau, aku hanya tidak ingin mereka mengkhawatirkan aku, dan menjadi beban pikiran mereka karena tangis airmataku ini.
Pagi jam 4 sebelum subuh ibu membangunkanku, aku masih sangat ngantuk, ibu memintaku mengantarnya ke tukang sayur dekat rumah. Wajar karena jam segitu jalan masih sepi dan gelap. Aku tak berfikir lama untuk meng iya kan pemintaan ibu. Aku tak ingin penyesalanku waktu kecil dulu terulang lagi dan aku masih menyesal hingga kini. Tau kah? Dulu ibu juga pernah meminta ku untuk ikut kewarung yang tak terlalu jauh dari rumah. Aku yang masih kecil tidur lebih awal pukul 9, ibu meminta ku mengantarny pada pukul 10 malam. Emm waktu yang lumayan yang susah membuat ku tidur pulas, ibu tidak berani berjalan sendiri malem-malam ke warung karena menuju kesana ada tempat berkumpul ara bapak-bapak kompek rumah ku yang sedang bermain kartu judi hampir tiap malam mereka melakukan itu. hhh tapi saking aku ngantuk sekali dan mataku sangat berat untuk diibuka, akhirnya aku menolak ajakan ibu L sungguh aku menyesal tidak menemni ibu malam itu.
Ibu jam /4 sudah bangun untuk masak mempersiapan makanan untuk sore hrinya.  Karena ada bahan yang kurang maka aku dan ibu pergi ke tukangsayur jam 4. Aku tidur lagi setelah mengantar ibu, tapi ibu gak tidur lagi sampa sore bahkan, tapi tau apa yang terjadi ibu tiba-2 sakit, muntah dan pinggang  dan perutnya tersa sakit. Akhirnya pekerjaan ibu aku ambil alih, biar ibu istirahat dan diobari sm tetangga. Mudah-mudahan hanya kecapean dan telat makan.
Kenapa aku menyinggung masalah kelengkapan fisik yang manusia punya? Apa nyambungnya dengan cerita ku diatas.
Pernahkah kalian rasakan kesedihan seorang anak yang tidak dapat membantu ibbunya karena tidak sanggup memangkat sebuah gelas? Krena tidak memiliki tangan. Pernahkah kalian merasakan kesedihan seorang anak saat tak sanggup mennendong ibunya saat ibunya tak kuat berjalan, Karen tidak mempunyai kaki. Pernahkah alian merasakan sedihnya seorang anak yang tidak mampu membantu ibunya saat ibunya sudah tua dan matanya mulai rabun untu membaca, karena ia sendiri pun tidak dapat melihat.  Aku sunggu sangat bersyukur, akan kelengkapan fisik yang diberikan kepadaku. tidak akan aku sia-sikan saat ibu butuh bantuanku, bahkan jika bisa sebelum ibu meminta aku ingin langsung membantunya. Sehingga ibu tidak usah repot memintaku terlebih dahuulu.

Ketahiulah, lakukan hal baik teruntuk ibu mu khususnya, selama fisik yang kau miliki dapat bekerja sesuai fungsinya. Jangan pernah mengeuh, dan jangan ernah menolk permintaan bantuan dari ibumu.