Sore semua
Kali ini aku
bercerita pada sore. Karena sore ini saatnya aku bersantai sejak subuh tadi
mengerjakan sesuatu untuk kelancaran acara ibu ku dirumah bersama teman-teman
pengajian dan tetangga sekitar. Ada yang tau acara ruahan?? Ruahan menjelang
romadhon. Mungkin ada yang pernah mendengar. But.. aku gak akan menerangkan
bagaimana dan apa ruahan itu.
Aku hanya ingin
mengingatkan kepada semua manusia yang dikaruniai kelengkapan fisik yang
diciptakan oleh Tuhan kita. Sungguh jika aku sanggup menangis di depan ibu, aku
akan mengeluarkan air mata ku sepuas yang ku mau. Tapi entah, aku selalu tak
sanggup, sejak kecil aku tak sanggup mengeluarkan air mata didepan orangtua ku.
Biar mereka bilang aku anak paling kuat yang tak pernah sedih dan menangis. Andai
orangtuaku tau, aku hanya tidak ingin mereka mengkhawatirkan aku, dan menjadi
beban pikiran mereka karena tangis airmataku ini.
Pagi jam 4
sebelum subuh ibu membangunkanku, aku masih sangat ngantuk, ibu memintaku
mengantarnya ke tukang sayur dekat rumah. Wajar karena jam segitu jalan masih
sepi dan gelap. Aku tak berfikir lama untuk meng iya kan pemintaan ibu. Aku tak
ingin penyesalanku waktu kecil dulu terulang lagi dan aku masih menyesal hingga
kini. Tau kah? Dulu ibu juga pernah meminta ku untuk ikut kewarung yang tak
terlalu jauh dari rumah. Aku yang masih kecil tidur lebih awal pukul 9, ibu
meminta ku mengantarny pada pukul 10 malam. Emm waktu yang lumayan yang susah
membuat ku tidur pulas, ibu tidak berani berjalan sendiri malem-malam ke warung
karena menuju kesana ada tempat berkumpul ara bapak-bapak kompek rumah ku yang
sedang bermain kartu judi hampir tiap malam mereka melakukan itu. hhh tapi
saking aku ngantuk sekali dan mataku sangat berat untuk diibuka, akhirnya aku
menolak ajakan ibu L
sungguh aku menyesal tidak menemni ibu malam itu.
Ibu jam /4 sudah
bangun untuk masak mempersiapan makanan untuk sore hrinya. Karena ada bahan yang kurang maka aku dan ibu
pergi ke tukangsayur jam 4. Aku tidur lagi setelah mengantar ibu, tapi ibu gak
tidur lagi sampa sore bahkan, tapi tau apa yang terjadi ibu tiba-2 sakit,
muntah dan pinggang dan perutnya tersa
sakit. Akhirnya pekerjaan ibu aku ambil alih, biar ibu istirahat dan diobari sm
tetangga. Mudah-mudahan hanya kecapean dan telat makan.
Kenapa aku menyinggung
masalah kelengkapan fisik yang manusia punya? Apa nyambungnya dengan cerita ku
diatas.
Pernahkah kalian
rasakan kesedihan seorang anak yang tidak dapat membantu ibbunya karena tidak
sanggup memangkat sebuah gelas? Krena tidak memiliki tangan. Pernahkah kalian
merasakan kesedihan seorang anak saat tak sanggup mennendong ibunya saat ibunya
tak kuat berjalan, Karen tidak mempunyai kaki. Pernahkah alian merasakan
sedihnya seorang anak yang tidak mampu membantu ibunya saat ibunya sudah tua
dan matanya mulai rabun untu membaca, karena ia sendiri pun tidak dapat
melihat. Aku sunggu sangat bersyukur,
akan kelengkapan fisik yang diberikan kepadaku. tidak akan aku sia-sikan saat
ibu butuh bantuanku, bahkan jika bisa sebelum ibu meminta aku ingin langsung
membantunya. Sehingga ibu tidak usah repot memintaku terlebih dahuulu.
Ketahiulah,
lakukan hal baik teruntuk ibu mu khususnya, selama fisik yang kau miliki dapat
bekerja sesuai fungsinya. Jangan pernah mengeuh, dan jangan ernah menolk
permintaan bantuan dari ibumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar