Selasa, 17 Desember 2013

Surat yang tak akan pernah sampai kepada Malam Untuk Sahabat

Dear Malam


Aku  akan menceritakan kepada kalian mengenai sahabat, seorang sahabat. Hanya seorang.
Aku mengenalinya bukan karena kesengajaan. Aku mengenalinya tak melewati siapapun. Aku mengenalinya begitu saja. Bukan karena paksaan atau keterpaksaan. Kami kenal karena suatu momen yang mengenalkan kami, tepatnya tahun 2012. Kami kenal begitu saja. Aku tau namanya dan Dia pun tau namaku. Tak ada yang special, momen kami tak special, hanya kami dipertemukan saat momen baik, saat romadhon. dan besar harapan ku agar persahabatan kamipun bermanfaat bagi kami dan orang lain.

Aku masih berteman dengannya, teman biasa. Karena ada kesibukan kampus yang membuat kami selalu berkomunikasi satu sama lain dan bekerjasama. Maka kami intens sejak itu, sejak sibuk bareng dengan urusan kegiatan kampus. Tapi kami tak pernah berdua, selalu beramai-ramai, karena memang aku menikmati hubungan pertemanannya ketika kami berramai-ramai dengan teman-teman yang lainnya. Dia baik, dia lucu, dia pengingat yg handal, dia rajin dan dia jujur. (saat aku menilainya seperti ini, yang dia bilang hanya “penilaianku tentangnya salah”). Entah kenapa hingga akhir 2013 ini aku masih menilai dirinya sama saja, lucu, baik, rajin, dan jujur.diluar hal yang telah dia lakukan kepadaku dibelakangku.

Dia baik padaku, pada yang lain juga seperti itu, walaupun teman-teman menilai bahwa kebaikannya sudah berubah menjadi kata “tertarik” padaku aku tetap berfikir bahwa dia sama saja baik kepada siapa saja. Lama kelamaan akupun tak bisa menutup penglihatan hatiku untuk melihat bahwa perlakuannya padaku tidak sama seperti dia memperlakukan orang lain. Dia menjadi perhatian padaku, dan sampai akhir kegiatan kampus, komunikasi kami pun semakin intens.

Dia punya pacar, oh.. aku tak peduli, karena niatku hanya ingin terus berteman dengannya, bukan untuk mengambil dia dari pacarnya, bukan untuk membuatnya putus dari pacarnya bukan untuk membuat dia jauh dari teman-temannya.

Pacarnya siapa? Pacarnya adalah orang yang sangat dekat denganku. Aku  tau itu sejak awal. Aku tak pernah takut orang-orang mengecapku buruk, karena melihat kedekatanku dengan dia yang jelas-jelas memiliki pacar, karena sekalilagi niatku hanya untuk memiliki teman dan terus berteman dengan dia. Bukan untuk mengacaukan hubungan orang lain.

Saat dia mengutarakan perasaan suka dan sayangnya kepadaku, mulutku terkunci untuk bilang hal yang sama. Dan entah kenapa kami tetap “bersama” melanjutkan hubungan yang tidak berstatus pacaran. Kalo dibilang temanan aja, tapi kami seperti lebih dari pertemanan biasa.hemm… dia tidak mengerti mengapa aku hanya ingin berteman. Tapi lama kelamaan walaupun aku tidak bisa membawa hubungan ini dengan status pacaran, hatiku berkata lain, entah kenapa aku ingin mengenalkannya kepada orang-orang yang dekat denganku, keluarga, sahabat dan teman, dan aku sangat ingin belajar untuk dekat dengan keluarganya (aku pikir ini adalah jawaban hati dan tindakan keseriusanku dalam hubungan ini) karena baru pertama kali aku belajar mengenali keluarga dari temandekat ku/ sahabatku yang ku sebut “Dia”. Sejak aku beranikan diri untuk mulai bertemu keluarganya disitulah aku sudah memikirkan hal yang jauhhhhhh kedepan dengannya. Aku serius dengannya bahkan aku akan memantapkan diriku bisa untuk menjadi seseorang yang terkhir baginya. Aku rasa dia pernah berfikir yang sama, tapi aku ingin membuat nya menjadi nyata. Tp belum tentu dengan yang dipikirkan Dia, mungkin dia hanya menyimpannya dalam bentuk imajinasi.

Sahabat aku tau kau seperti apa dulu, mantanmu banyak, sangat banyak, tapi aku tidak pernah memperdulikan itu, buatku itu bukan suatu ancaman untuk masadepan kita. Itu hanya masalalu yang setiap orang bisa merangkai ceritanya. Kita hidup di masa sekarang. Aku hanya ingin melihatmu dari depan. Bukan dari belakang.hemm jika dari depan kau terlihat sama seperti masalalu mu.hemm aku akan jewerrrrrr kamuuuuu J tapi aku tidak tega.

Sahabat aku tidak mengeluh saat hubungan kita membuatku punya musuh, pertama kalinya aku punya musuh yang begitu terang-terangan membenci dan menghujatku didepanku. Selama aku hidup didunia baru kali pertama ini aku diperlakukan seperti orang yang teramat jahat, sangat jahat. Mungkin banyak yang membenciku tapi yang dengan jelas memarahiku dan membenciku hanya dia mantan pacarmu yang cantik dan baik. Siapa yang tau hingga kini dia masih belum ingin berteman lagi denganku. Walalupun aku pernah coba untuk memperbaiki hunganku dengan mantan pacarmu itu, tapi tak membuahkan hasil, mantan pacarmu hanya terlihat baik-baik saja didepan umum, namun kembali membenciku seperti biasa dibalik itu. Aku tak ingin kau mengasihaniku karena hal ini pilihan yang harus aku tangggung resikonya.

Ah.. sahabat kau begitu cemburu, kau itu gampang cemburu. Aku tidak aktif di Bem dan tidak ingin aktiv lagi di organisasi kampus yang kerjanya hanya hahahihi dengan wanita dan terpaksa hahahihi juga dengan lawan jenis. Itu semua karena keputusan hatiku untuk tidak ingin membuatmu cemburu.terlihat berlebihan memang, tapi inilah keputusanku yang membuat hatiku legaaa. Denganmu aku selalu melibatkan hati untuk memutuskan suatu hal. Sangat berlebihan memang, inilah yang membuatku sedih jika dia memutuskan untuk tidak lagi bersahabat denganku. Karena hatiku pun merasa ditinggalkan.

Proses persahabatan kita sungguh rumit. Ah.. sahabat kau mungkin sudah lupa prosesnya.

 Sahabat.. cerita kita begitu singkat, padahal aku ingin mengusahakan cerita kita akan happy ending ever after. Dan harapanku pun berlebihan. Sahabatku tidak berfikir demikian. Berat memang, tapi harus aku terima. Karena setiap orang memiliki hak untuk mengambil keputusan. Aku harus tetap terlihat bahagia agar dia tak khawatir.

Sahabat aku tak bisa membencimu, seperti yang pernah ku bilang sejak awal kita dekat, aku tidak ingin berantem denganmu. Karena sejak awal kita dekat, aku SUDAH menyayangimu, aku sayang padamu sahabat. Hanya mulutku yang terkunci untuk mengucapkannya.

Aku tidak pernah merasa terlambat untuk bilang sayang pada sahabatku, karena aku tau ALLAH akan mengirimkannya pengertian bahwa aku sayang Dia. Walaupun tidak ku ucapkan, dan walaupun dia tidak tau, karena memang belum waktunya untuk mengucapkan ini kepadanya. Tapi keyataannnya dia tau dan aku telah mengucapkannya. Hanya saja, waktu aku mengucapkannya dia tidak lagi sayang kepadaku, dia sudah menyayangi wanita lain yang memang lebih baik dariku.

Sahabat apakah kau memperlakukan wanitamu dengan baik, sebaik kau memperlakukanku waktu dulu? Aku yakin iya, itu lah yang membuatku mengganggap mu tetap baik dan tak berubah baiknya, hanya bisa semakin baik, dan tak berkurang, tetaplah berbakti pada orangtua dan kakak-kakak mu ya sahabat, tetaplah sayang dengan ponakanmu yang lucu dan sedikit tidak bisa diam itu J  tetaplah baik kepada teman-temanmu. Tetaplah menjaga kesehatan dan aku pikir kau harus lebih menjaga kesehatan dengan makan dan olahraga teratur. Jangan kebanyakan makan nasi dan kurangi rokokmu sahabat. Aku masih mengkhawatirkanmu tapi keterbatasanku tidak bisa mengingatkan ini kepadamu. Oh iya sahabat biasakan puasa sunah senin kamis. Ini efeknya baik buat kesehatanmu, insyallah akupun akan membiasakan ini.

Sahabat mengenai wanitamu yang aku tau sudah sejak lama ya kalian dekat. Jangan khawatir akan aku. kalian cocok bila dilihat dari luar, wanita mu adalah wanita baik,pintar dan cantik, semoga Allah menjaga hubungan kalian dan cerita kalian dimulai sejak perpindahan dari D3 ke S1. Semoga bisa lulus bareng ya dan kalian dinobatkan menjadi mahasiswa dan mahasiswi terbaik. Semangat kuliahnya sahabat. Kalian bisa saling sharing mengenai mata kuliah, mengenai hidup dan banyak hal untuk masa depan kalian. Kesempatan kalian untuk merangkai cerita lebih panjang sangatlah besar. Jangan disia-siakan.

Sahabat aku tetap menganggapmu jujur, saat kau mulai tidak sayang padaku, saat kau menaruh hatimu kepawa wanita lain, saat itu kau telah jujur dengan perasaanmu dan tindakanmu. Tapi ingat sahabat tidak semua hal yang kita inginkan harus segera kita dapat dan kita genggam walaupun untuk mendapatkannya sangatlah mudah, semudah membalikkan telapak tanganmu. Kau akan berlatih untuk menahan nafsu duniamu dan kau akan Allah anggap hebat dan berhasil jika kau bisa melawan nafsumu. Belajarlah itu dari sekarang sahabat. Aku ingin kau bisa melewatinya. Karena aku yakin kau itu HEBAT.

Sahabat maafkan aku karena aku meneteskan airmata didepanmu. Aku tak ingin, tapi sudah tak terbendung, kau tidak perlu kasihan denganku, aku masih bisa menghapus airmataku sendiri, kau tak perlu takut akan kegundahanku, karena Allah bisa menenangkanku. Maaf jika jejaring social masih membuatku labil. Hanya beberapa saat, selanjutnya aku yakin bisa mengontrol diriku. Kau tak perlu khawatir. Aku bisa menutup buku ceritaku sendiri dengan perlahan walaupun sangat berattt. Kaupun tak perlu khawatir aku tidak akan mengganggu hidupmu dengan wanitamu. Buat lah cerita baru dan menyenangkan sahabat. Berikan warna yang kau mau, warna warni hidup ajaklah wanitamu untuk merasakan nya denganmu.


Jangan pernah merasa sepi dan kosong lagi ya sahabat. Jika masih, kuncinya hanya satu, banyak lah BERSYUKUR. Ini  penting untuk mu kedepannya, karena kalau kau bersyukur, kau tidak akan pernah merasa sepi sekalipun hanya seekor semut yang mendengarmu dan menemanimu.


Sahabat, hidupku pun tidak sempurna,  banyak hal yang membuatku belajar, terutama belajar ikhlas dan belajar bersyukur. Tau sahabat? Hal yang membuatku senang adalah melihat orang lain tertawa dan bahagia karena aku. terlalu mulukkah keinginanku? Tapi kenapa aku tidak bisa membuatmu bahagia dan tertawa karena aku? mungkin karena aku bukan rusukmu. Hanya Allah yang tau.  Sahabat.. apakah masih terselip rasa sayangmu padaku? Itu pertanyaan yang aku tidak ingin tau jawabannya. Tapi kalau aku masih. Tenang saja sahabat aku tidak akan menarikmu masuk kedalam buku ceritaku lagi. Tetaplah berpegangan tangan dengan wanitamu sekarang, dan buatlah cerita baru yang membuat hidupmu lebih berisi dan ramai dengan kebahagiaan.

Jika memori kita teramat banyak kenangan buruk yang bisa kau rekam dalam memorimu maafkan aku sahabat. Aku tidak pernah bermaksud untuk menggoreskan cerita buruk dimemorimu.buanglah jauh jauh memori buruk itu, dan kau bisa merekam cerita baru dimemori barumu dengan wanita atau dengan kehidupanmu yang amat menyenangkan.harus menyenangkan J


Aku tetap mengganggapmu baik karena kau pantas dapatkan itu.

Termakasih sudah masuk dalam cerita hidupku, tidak akan aku lupakan kenangan itu. kenangan baik mengenali sesorang yang jauuhh diujung kiri pulau jawa, dan aku yang berasal dari ujung kanan pulau jawa

untuk mu yang kusebut “mas”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar