Dear Malam
Aku akan menceritakan
kepada kalian mengenai sahabat, seorang sahabat. Hanya seorang.
Aku mengenalinya bukan karena
kesengajaan. Aku mengenalinya tak melewati siapapun. Aku mengenalinya begitu
saja. Bukan karena paksaan atau keterpaksaan. Kami kenal karena suatu momen
yang mengenalkan kami, tepatnya tahun 2012. Kami kenal begitu saja. Aku tau
namanya dan Dia pun tau namaku. Tak ada yang special, momen kami tak special,
hanya kami dipertemukan saat momen baik, saat romadhon. dan besar harapan ku agar
persahabatan kamipun bermanfaat bagi kami dan orang lain.
Aku masih berteman dengannya,
teman biasa. Karena ada kesibukan kampus yang membuat kami selalu berkomunikasi
satu sama lain dan bekerjasama. Maka kami
intens sejak itu, sejak sibuk bareng dengan urusan kegiatan kampus. Tapi kami
tak pernah berdua, selalu beramai-ramai, karena memang aku menikmati hubungan
pertemanannya ketika kami berramai-ramai dengan teman-teman yang lainnya. Dia baik,
dia lucu, dia pengingat yg handal, dia rajin dan dia jujur. (saat aku
menilainya seperti ini, yang dia bilang hanya “penilaianku tentangnya salah”). Entah
kenapa hingga akhir 2013 ini aku masih menilai dirinya sama saja, lucu, baik,
rajin, dan jujur.diluar hal yang telah dia lakukan kepadaku dibelakangku.
Dia baik padaku, pada yang lain
juga seperti itu, walaupun teman-teman menilai bahwa kebaikannya sudah berubah
menjadi kata “tertarik” padaku aku tetap berfikir bahwa dia sama saja baik
kepada siapa saja. Lama kelamaan akupun tak bisa menutup penglihatan hatiku
untuk melihat bahwa perlakuannya padaku tidak sama seperti dia memperlakukan
orang lain. Dia menjadi perhatian padaku, dan sampai akhir kegiatan kampus,
komunikasi kami pun semakin intens.
Dia punya pacar, oh.. aku tak
peduli, karena niatku hanya ingin terus berteman dengannya, bukan untuk
mengambil dia dari pacarnya, bukan untuk membuatnya putus dari pacarnya bukan
untuk membuat dia jauh dari teman-temannya.
Pacarnya siapa? Pacarnya adalah
orang yang sangat dekat denganku. Aku tau itu sejak awal. Aku tak pernah takut
orang-orang mengecapku buruk, karena melihat kedekatanku dengan dia yang
jelas-jelas memiliki pacar, karena sekalilagi niatku hanya untuk memiliki teman
dan terus berteman dengan dia. Bukan untuk mengacaukan hubungan orang lain.
Saat dia mengutarakan perasaan
suka dan sayangnya kepadaku, mulutku terkunci untuk bilang hal yang sama. Dan entah
kenapa kami tetap “bersama” melanjutkan hubungan yang tidak berstatus pacaran. Kalo
dibilang temanan aja, tapi kami seperti lebih dari pertemanan biasa.hemm… dia
tidak mengerti mengapa aku hanya ingin berteman. Tapi lama kelamaan walaupun
aku tidak bisa membawa hubungan ini dengan status pacaran, hatiku berkata lain,
entah kenapa aku ingin mengenalkannya kepada orang-orang yang dekat denganku,
keluarga, sahabat dan teman, dan aku sangat ingin belajar untuk dekat dengan
keluarganya (aku pikir ini adalah jawaban hati dan tindakan keseriusanku dalam
hubungan ini) karena baru pertama kali aku belajar mengenali keluarga dari
temandekat ku/ sahabatku yang ku sebut “Dia”. Sejak aku beranikan diri untuk
mulai bertemu keluarganya disitulah aku sudah memikirkan hal yang jauhhhhhh
kedepan dengannya. Aku serius dengannya bahkan aku akan memantapkan diriku bisa
untuk menjadi seseorang yang terkhir baginya. Aku rasa dia pernah berfikir yang
sama, tapi aku ingin membuat nya menjadi nyata. Tp belum tentu dengan yang
dipikirkan Dia, mungkin dia hanya menyimpannya dalam bentuk imajinasi.
Sahabat aku tau kau seperti apa
dulu, mantanmu banyak, sangat banyak, tapi aku tidak pernah memperdulikan itu,
buatku itu bukan suatu ancaman untuk masadepan kita. Itu hanya masalalu yang
setiap orang bisa merangkai ceritanya. Kita hidup di masa sekarang. Aku hanya ingin
melihatmu dari depan. Bukan dari belakang.hemm jika dari depan kau terlihat
sama seperti masalalu mu.hemm aku akan jewerrrrrr kamuuuuu J tapi aku tidak tega.
Sahabat aku tidak mengeluh saat
hubungan kita membuatku punya musuh, pertama kalinya aku punya musuh yang
begitu terang-terangan membenci dan menghujatku didepanku. Selama aku hidup
didunia baru kali pertama ini aku diperlakukan seperti orang yang teramat
jahat, sangat jahat. Mungkin banyak yang membenciku tapi yang dengan jelas
memarahiku dan membenciku hanya dia mantan pacarmu yang cantik dan baik. Siapa yang
tau hingga kini dia masih belum ingin berteman lagi denganku. Walalupun aku
pernah coba untuk memperbaiki hunganku dengan mantan pacarmu itu, tapi tak
membuahkan hasil, mantan pacarmu hanya terlihat baik-baik saja didepan umum,
namun kembali membenciku seperti biasa dibalik itu. Aku tak ingin kau
mengasihaniku karena hal ini pilihan yang harus aku tangggung resikonya.
Ah.. sahabat kau begitu cemburu,
kau itu gampang cemburu. Aku tidak aktif di Bem dan tidak ingin aktiv lagi di
organisasi kampus yang kerjanya hanya hahahihi dengan wanita dan terpaksa
hahahihi juga dengan lawan jenis. Itu semua karena keputusan hatiku untuk tidak
ingin membuatmu cemburu.terlihat berlebihan memang, tapi inilah keputusanku
yang membuat hatiku legaaa. Denganmu aku selalu melibatkan hati untuk
memutuskan suatu hal. Sangat berlebihan memang, inilah yang membuatku sedih
jika dia memutuskan untuk tidak lagi bersahabat denganku. Karena hatiku pun
merasa ditinggalkan.
Proses persahabatan kita sungguh
rumit. Ah.. sahabat kau mungkin sudah lupa prosesnya.
Sahabat.. cerita kita begitu singkat, padahal
aku ingin mengusahakan cerita kita akan happy ending ever after. Dan harapanku
pun berlebihan. Sahabatku tidak berfikir demikian. Berat memang, tapi harus aku
terima. Karena setiap orang memiliki hak untuk mengambil keputusan. Aku harus
tetap terlihat bahagia agar dia tak khawatir.
Sahabat aku tak bisa membencimu,
seperti yang pernah ku bilang sejak awal kita dekat, aku tidak ingin berantem
denganmu. Karena sejak awal kita dekat, aku SUDAH menyayangimu, aku sayang padamu sahabat. Hanya mulutku yang
terkunci untuk mengucapkannya.
Aku tidak pernah merasa terlambat
untuk bilang sayang pada sahabatku, karena aku tau ALLAH akan mengirimkannya
pengertian bahwa aku sayang Dia. Walaupun tidak ku ucapkan, dan walaupun dia
tidak tau, karena memang belum waktunya untuk mengucapkan ini kepadanya. Tapi keyataannnya
dia tau dan aku telah mengucapkannya. Hanya saja, waktu aku mengucapkannya dia
tidak lagi sayang kepadaku, dia sudah menyayangi wanita lain yang memang lebih
baik dariku.
Sahabat apakah kau memperlakukan
wanitamu dengan baik, sebaik kau memperlakukanku waktu dulu? Aku yakin iya, itu
lah yang membuatku mengganggap mu tetap baik dan tak berubah baiknya, hanya
bisa semakin baik, dan tak berkurang, tetaplah berbakti pada orangtua dan
kakak-kakak mu ya sahabat, tetaplah sayang dengan ponakanmu yang lucu dan
sedikit tidak bisa diam itu J tetaplah baik kepada teman-temanmu. Tetaplah menjaga
kesehatan dan aku pikir kau harus lebih menjaga kesehatan dengan makan dan
olahraga teratur. Jangan kebanyakan makan nasi dan kurangi rokokmu sahabat. Aku
masih mengkhawatirkanmu tapi keterbatasanku tidak bisa mengingatkan ini
kepadamu. Oh iya sahabat biasakan puasa sunah senin kamis. Ini efeknya baik
buat kesehatanmu, insyallah akupun akan membiasakan ini.
Sahabat mengenai wanitamu yang aku
tau sudah sejak lama ya kalian dekat. Jangan khawatir akan aku. kalian cocok
bila dilihat dari luar, wanita mu adalah wanita baik,pintar dan cantik, semoga
Allah menjaga hubungan kalian dan cerita kalian dimulai sejak perpindahan dari
D3 ke S1. Semoga bisa lulus bareng ya dan kalian dinobatkan menjadi mahasiswa
dan mahasiswi terbaik. Semangat kuliahnya sahabat. Kalian bisa saling sharing
mengenai mata kuliah, mengenai hidup dan banyak hal untuk masa depan kalian. Kesempatan
kalian untuk merangkai cerita lebih panjang sangatlah besar. Jangan disia-siakan.
Sahabat aku tetap menganggapmu
jujur, saat kau mulai tidak sayang padaku, saat kau menaruh hatimu kepawa
wanita lain, saat itu kau telah jujur dengan perasaanmu dan tindakanmu. Tapi ingat
sahabat tidak semua hal yang kita inginkan harus segera kita dapat dan kita
genggam walaupun untuk mendapatkannya sangatlah mudah, semudah membalikkan
telapak tanganmu. Kau akan berlatih untuk menahan nafsu duniamu dan kau akan
Allah anggap hebat dan berhasil jika kau bisa melawan nafsumu. Belajarlah itu
dari sekarang sahabat. Aku ingin kau bisa melewatinya. Karena aku yakin kau itu
HEBAT.
Sahabat maafkan aku karena aku
meneteskan airmata didepanmu. Aku tak ingin, tapi sudah tak terbendung, kau
tidak perlu kasihan denganku, aku masih bisa menghapus airmataku sendiri, kau
tak perlu takut akan kegundahanku, karena Allah bisa menenangkanku. Maaf jika
jejaring social masih membuatku labil. Hanya beberapa saat, selanjutnya aku
yakin bisa mengontrol diriku. Kau tak perlu khawatir. Aku bisa menutup buku
ceritaku sendiri dengan perlahan walaupun sangat berattt. Kaupun tak perlu khawatir
aku tidak akan mengganggu hidupmu dengan wanitamu. Buat lah cerita baru dan
menyenangkan sahabat. Berikan warna yang kau mau, warna warni hidup ajaklah
wanitamu untuk merasakan nya denganmu.
Jangan pernah merasa
sepi dan kosong lagi ya sahabat. Jika masih, kuncinya hanya satu, banyak lah
BERSYUKUR. Ini penting untuk mu
kedepannya, karena kalau kau bersyukur, kau tidak akan pernah merasa sepi
sekalipun hanya seekor semut yang mendengarmu dan menemanimu.
Sahabat, hidupku pun tidak
sempurna, banyak hal yang membuatku
belajar, terutama belajar ikhlas dan belajar bersyukur. Tau sahabat? Hal yang
membuatku senang adalah melihat orang lain tertawa dan bahagia karena aku.
terlalu mulukkah keinginanku? Tapi kenapa aku tidak bisa membuatmu bahagia dan
tertawa karena aku? mungkin karena aku bukan rusukmu. Hanya Allah yang tau. Sahabat.. apakah masih terselip rasa sayangmu
padaku? Itu pertanyaan yang aku tidak ingin tau jawabannya. Tapi kalau aku
masih. Tenang saja sahabat aku tidak akan menarikmu masuk kedalam buku ceritaku
lagi. Tetaplah berpegangan tangan dengan wanitamu sekarang, dan buatlah cerita
baru yang membuat hidupmu lebih berisi dan ramai dengan kebahagiaan.
Jika memori kita teramat banyak
kenangan buruk yang bisa kau rekam dalam memorimu maafkan aku sahabat. Aku tidak
pernah bermaksud untuk menggoreskan cerita buruk dimemorimu.buanglah jauh jauh
memori buruk itu, dan kau bisa merekam cerita baru dimemori barumu dengan
wanita atau dengan kehidupanmu yang amat menyenangkan.harus menyenangkan J
Aku tetap mengganggapmu baik
karena kau pantas dapatkan itu.
Termakasih sudah masuk dalam
cerita hidupku, tidak akan aku lupakan kenangan itu. kenangan baik mengenali
sesorang yang jauuhh diujung kiri pulau jawa, dan aku yang berasal dari ujung kanan
pulau jawa
untuk mu yang kusebut “mas”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar