Sabtu, 04 Mei 2013

konsep DIRI 1

10/04/2013

Pagi..
Kali ini saya tidak menulis pada malam, melaikan pagi, yang selalu membuat saya terbangun dari malam
Entah kenapa ,saya selalu ingin keluar rumah, bukan karena keadaan rumah yang tidak nyaman, rumahku sangat nyaman bahkan Saya  ingin keluar bukan untuk foya-foya lho, tentu ada tujuan dan sampai tujuan itu belum tercapai. Pasti saya pinginnnyaaa… keluar aja, walaupun cumin untuk jalan-jalan cuci mata doang.
Saya coba menghubungi teman-teman SMA untuk meluangkan waktu bersama dengan bertemu.temu kangen J tapi tanggapannya sedikit lama dan beberapa sedang sibuk kerja, beberapa masih sibuk urusan kampus dan beberapa sudah ada janji keluar. Ohh jadi hanya saya yang ngaggur?
Saya selalu merasa rugi, hanya merasa. Kalo tau bahwa yang lain sedang sibuk dan saya masih berdiam diri? Eits itu gejala yang tidak baik. Kalo kamu punya problem diri seperti saya?  Mari kita cari solusinya bersama
Kalian tau? Banyak keinginan saya yang belum bahkan gak akan tercapai. Saya ingin keinginan saya ini benar-benar murni bukan karena ikut-ikutan saja. Itu sebabnya kalo tiba-tiba saya dengar ada teman saya yang memiliki keinginn yang sama dengan saya, hemm buru-buru saya koreksi diri, apakah kinginan saya ini karena murni keinginan saya atau dahulu saya pernah mendengar keinginannya lalu merasa iri dan menjudge bahwa sekarang yang “ini” adalah keinginan saya atau impian saya.hemm gak ada niat sebenarnya buat jadi plagiat impian orang. Tapi memang gak mungkiri bahwa merekalah inspirasi keinginan-keinginan saya.
Percaya atau tidak saya punya banyak impian dan orang yg menginspirasi saya terkadang menjadi tokoh yang menjalani impian-impian saya yang terwujud dalam imajinasi saya. Pada kenyataan hidup, saya merasa dia beruntung karena gak jauh dari impian-impian saya dialah pemiliknya dan dia menjalaninya. Tak tau kenapa begitu terasa nyata. Mungin ini mindset yang saya bentuk, bahwa bukan diri saya yang lantas mendapat impian-impian itu melainkan orang yang ada dalam imajinasi saya.
Kalian tau dulu saya kecil selalu merasa kekurangan, dan menginginkan banyak hal,yang orang tua saya tidak bisa berikan. Namun saya gak merengek untuk minta belikan ini itu. saya hanya hobi tidur, lalu memejaman mata dan mulai berimajinasi. Jika saya pergi ketemat-tempat wisata yang saya mau sesuka hati dan kapan saja juga dengan siapa saja. Membeli apa saja yang saya mau berapapun harganya dan berapapun jumlahnya dan apapun warnanya. Simpe memang. Cukup berimajinasi dan saya bahagia akan itu. saya lebih berbesar hati kalau pada kenyataannya saya tidak punya apapun. Dan itu semua karena imajinasi saya sendiri.
Hanya kita jangan larut dalam imajinasi yang indah, perlu perwujudan nyata.
Beberapa hal target kegiatan yang saya inginkan saat pertama kali masuk kuliah. Salah satunya masuk organisasi dan beberapa UKM dikampus namun ternyata menyatukan keinginan sm kemapuan tuh susah yaaa. Kadang hati ingin ikut berpartisipasi tapi keinginan untuk mengorbankan waktu kebersamaan bersama keluarga di weekend gak bisa banget ninggalin L sumeh eh inimah.
And the problem are…
Banyak hal yang harus kita gapai itu butuh banyak pengorbanan. It’s real guys
Waktu saya sibuk organisasi, pengorbanannya apa? Saya melewatkan waktu bersama teman sekolah, teman kostn, teman kelas, keluarga bahkan dan tujuan awal, yaitu belajar! Memang yang saya dapat pengalaman berorganisasi, teman baru, kegiatan yang bermanfaat tapi, banyak juga hal-hal yang gak penting sekedar hahahihi. Gak tau kenapa yah, saya selalu punya pandangan sendiri terhadap mereka yang berorganisasi. Mereka punya misi-masing-masing. Sah-sah aja. Cuma saya lebih spakat untuk kita punya satu misi, yaiu bermanfaat bagi orang banyak, bukan ngambil manfaat dari orang bnyak. That’s the probem yang membuat saya sekarang gak terlalu aktif dalam organisasi, sudah faseh banget sama hahahihi yang kepura-puraan dan formalitas semata.
Impian saya sekarang adalah bermanfaat bagi banyak orang, saya ingin punya dan ikut terjun dalam kegiatan social yang nyata membantu banyak orang, tanpa ingin diiat tanpa ingin eksis tanpa punya misi lain diluar itu. ingin sekali sangat ingin.
Satu lagi. Saya mau berkorban demi itu insyallah, asal jelas akan bermanfat bagi orang banyak. Malu rasanya kalo ikut organisasi social malah ingin mengambil manfaat dari orang yang kita bantu. Semoga allah selalu menegurku jika sedikit melenceng dari tujuan awal. Aminn
Perlu totalitas dalam melakukan suatu hal. Itulah penialain yang sebenarnya untuk keberhasilan dalam usaha kita mencapai suatu hal. Kalo kita belom total maka hasilnya pun akan setengah2
Satu hal janganlah kamu merasa iri dengan keberhasilan temanmu. Dia punya totalitas dalam pencapaiannya. Tetap bertahan di tujuan awal. Berjalanlah sesuai murni keinginanmu. Dan dukung temanmu yang telah mencapai target keinginannya. Sekali lagi jgn pernah merasa iri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar