10/04/2013
Pagi..
Kali ini saya
tidak menulis pada malam, melaikan pagi, yang selalu membuat saya terbangun
dari malam
Entah kenapa ,saya
selalu ingin keluar rumah, bukan karena keadaan rumah yang tidak nyaman,
rumahku sangat nyaman bahkan Saya ingin
keluar bukan untuk foya-foya lho, tentu ada tujuan dan sampai tujuan itu belum tercapai.
Pasti saya pinginnnyaaa… keluar aja, walaupun cumin untuk jalan-jalan cuci mata
doang.
Saya coba
menghubungi teman-teman SMA untuk meluangkan waktu bersama dengan bertemu.temu
kangen J
tapi tanggapannya sedikit lama dan beberapa sedang sibuk kerja, beberapa masih
sibuk urusan kampus dan beberapa sudah ada janji keluar. Ohh jadi hanya saya
yang ngaggur?
Saya selalu
merasa rugi, hanya merasa. Kalo tau bahwa yang lain sedang sibuk dan saya masih
berdiam diri? Eits itu gejala yang tidak baik. Kalo kamu punya problem diri
seperti saya? Mari kita cari solusinya
bersama
Kalian tau?
Banyak keinginan saya yang belum bahkan gak akan tercapai. Saya ingin keinginan
saya ini benar-benar murni bukan karena ikut-ikutan saja. Itu sebabnya kalo
tiba-tiba saya dengar ada teman saya yang memiliki keinginn yang sama dengan
saya, hemm buru-buru saya koreksi diri, apakah kinginan saya ini karena murni
keinginan saya atau dahulu saya pernah mendengar keinginannya lalu merasa iri
dan menjudge bahwa sekarang yang “ini” adalah keinginan saya atau impian
saya.hemm gak ada niat sebenarnya buat jadi plagiat impian orang. Tapi memang
gak mungkiri bahwa merekalah inspirasi keinginan-keinginan saya.
Percaya atau tidak
saya punya banyak impian dan orang yg menginspirasi saya terkadang menjadi
tokoh yang menjalani impian-impian saya yang terwujud dalam imajinasi saya.
Pada kenyataan hidup, saya merasa dia beruntung karena gak jauh dari
impian-impian saya dialah pemiliknya dan dia menjalaninya. Tak tau kenapa
begitu terasa nyata. Mungin ini mindset yang saya bentuk, bahwa bukan diri saya
yang lantas mendapat impian-impian itu melainkan orang yang ada dalam imajinasi
saya.
Kalian tau dulu
saya kecil selalu merasa kekurangan, dan menginginkan banyak hal,yang orang tua
saya tidak bisa berikan. Namun saya gak merengek untuk minta belikan ini itu.
saya hanya hobi tidur, lalu memejaman mata dan mulai berimajinasi. Jika saya
pergi ketemat-tempat wisata yang saya mau sesuka hati dan kapan saja juga
dengan siapa saja. Membeli apa saja yang saya mau berapapun harganya dan
berapapun jumlahnya dan apapun warnanya. Simpe memang. Cukup berimajinasi dan
saya bahagia akan itu. saya lebih berbesar hati kalau pada kenyataannya saya
tidak punya apapun. Dan itu semua karena imajinasi saya sendiri.
Hanya kita
jangan larut dalam imajinasi yang indah, perlu perwujudan nyata.
Beberapa hal
target kegiatan yang saya inginkan saat pertama kali masuk kuliah. Salah
satunya masuk organisasi dan beberapa UKM dikampus namun ternyata menyatukan
keinginan sm kemapuan tuh susah yaaa. Kadang hati ingin ikut berpartisipasi
tapi keinginan untuk mengorbankan waktu kebersamaan bersama keluarga di weekend
gak bisa banget ninggalin L
sumeh eh inimah.
And the problem
are…
Banyak hal yang
harus kita gapai itu butuh banyak pengorbanan. It’s real guys
Waktu saya sibuk
organisasi, pengorbanannya apa? Saya melewatkan waktu bersama teman sekolah,
teman kostn, teman kelas, keluarga bahkan dan tujuan awal, yaitu belajar! Memang
yang saya dapat pengalaman berorganisasi, teman baru, kegiatan yang bermanfaat
tapi, banyak juga hal-hal yang gak penting sekedar hahahihi. Gak tau kenapa
yah, saya selalu punya pandangan sendiri terhadap mereka yang berorganisasi.
Mereka punya misi-masing-masing. Sah-sah aja. Cuma saya lebih spakat untuk kita
punya satu misi, yaiu bermanfaat bagi orang banyak, bukan ngambil manfaat dari
orang bnyak. That’s the probem yang membuat saya sekarang gak terlalu aktif
dalam organisasi, sudah faseh banget sama hahahihi yang kepura-puraan dan
formalitas semata.
Impian saya
sekarang adalah bermanfaat bagi banyak orang, saya ingin punya dan ikut terjun
dalam kegiatan social yang nyata membantu banyak orang, tanpa ingin diiat tanpa
ingin eksis tanpa punya misi lain diluar itu. ingin sekali sangat ingin.
Satu lagi. Saya
mau berkorban demi itu insyallah, asal jelas akan bermanfat bagi orang banyak.
Malu rasanya kalo ikut organisasi social malah ingin mengambil manfaat dari
orang yang kita bantu. Semoga allah selalu menegurku jika sedikit melenceng
dari tujuan awal. Aminn
Perlu totalitas
dalam melakukan suatu hal. Itulah penialain yang sebenarnya untuk keberhasilan
dalam usaha kita mencapai suatu hal. Kalo kita belom total maka hasilnya pun
akan setengah2
Satu hal janganlah
kamu merasa iri dengan keberhasilan temanmu. Dia punya totalitas dalam
pencapaiannya. Tetap bertahan di tujuan awal. Berjalanlah sesuai murni
keinginanmu. Dan dukung temanmu yang telah mencapai target keinginannya. Sekali
lagi jgn pernah merasa iri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar